PENDIDIKAN ISLAM SOLUSI UNTUK MELAHIRKAN GENERASI UNGGUL

Masih segar dalam ingatan kita kasus contek massal yang cukup heboh beberapa waktu yang lalu, yang ironisnya pihak yang mengungkap kasus ini justru dimusuhi dan sempat diusir oleh warga sekitar tempat tinggal yang bersangkutan. Sebagaimana yang telah saya uraikan dalam tulisan saya yang sebelumnya, kasus ini hanyalah semacam fenomena gunung es, di mana masalah yang sebenarnya jauh lebih besar dan kompleks. Terlepas dari pro dan kontra dari peristiwa tersebut, kita semua turut prihatin bahwa PR negeri kita terutama untuk masalah pendidikan semakin bertambah. Di samping kesejahteraan para guru memang perlu diperbaiki, kondisi anak didik pun perlu mendapatkan perhatian yang cukup serius. Belum selesai permasalahan perkelahian antar pelajar, masih ditambah lagi dengan maraknya penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya (narkoba), pornografi, serta pergaulan bebas yang makin menjadi-jadi. Hal ini sudah terjadi di semua tingkat sekolah, dari perguruan tinggi hingga tingkat yang masih sekolah dasar. Baca tulisan ini lebih lanjut

MAHALNYA NILAI SEBUAH KEJUJURAN

Paska dikeluarkannya keputusan Walikota Surabaya tentang sanksi kepala sekolah dan 2 guru terkait masalah nyontek massal di SDN Gadel 2, para wali murid kelas 1 hingga 5 dan warga sekitar berunjukrasa. Mereka menyalahkan keluarga Ny. S ibu Al yang disebut jadi biang keladi kekisruhan di SDN Gadel 2.

Dalam unjukrasa di depan rumah Ny. S, Jl. Gadelsari Barat 2/31 ini, warga menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya mengusir keluarga Ny. S dari lingkungan Gadel. Ny. Endang satu diantara perwakilan warga dan wali murid SDN Gadel 2 mengatakan tuntutan lainnya adalah meminta Ny. S meminta maaf pada warga karena dianggap telah mencemarkan nama baik sekolah. Baca tulisan ini lebih lanjut

KETERBATASAN FISIK BUKAN HALANGAN UNTUK BERKARYA BESAR

Seperti biasa pada kesempatan pulang (oh ya, rumahku di daerah Kabupaten Blitar, sementara tempat bertugasku hingga saat kutulis ini di daerah Papua tepatnya di kota Timika) ada tugas rutin mengantar dan menjemput ‘pasukan-pasukanku’ di sekolah. Sore itu ketika sedang menunggu anak-anak keluar, secara tak sengaja bertemu salah seorang pengajar tepatnya seorang ustadz baru keluar dari mushola dekat sekolah, diiringi celoteh riang anak-anak. Tampaknya baru selesai kegiatan pengajian rutin sore itu. Segera saja kusalami dan berjabat tangan dan sang ustadz dengan ramah yang memang senyumnya selalu menghiasi wajahnya. “Assalamu alaikum…apa kabar?” demikian sapanya. “Wa alaikum salam..baik, alhamdulillah ustadz..” jawabku. “Namanya Ustadz Handoko, lengkapnya Wahyu Handoko, atau biasa dipanggil Pak Han”, demikian kata istriku ketika aku tanyakan suatu waktu. Beliau itu, lanjut cerita istriku, pendiri yayasan itu (Yayasan Al-Hikmah, Bence-Garum,Blitar,pen).

Baca tulisan ini lebih lanjut

ORANG BERIMAN CERMIN YANG JERNIH

Cermin adalah sebuah benda yang rasanya hampir ada disetiap rumah. Ia selalu digunakan oleh kita. Namun tidak banyak orang yang mampu menarik ibroh (pelajaran) daripadanya untuk meniti kehidupan didunia ini. Baik dalam meningkatkan kualitas diri maupun dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam hadits diatas dikatakan bahwa, seorang mu’min adalah cermin bagi saudaranya yang mu’min, artinya seorang mu’min harus menjadikan mu’min yang lainnya sebagai tempat untuk berkaca (melihat) keadaan dirinya. Karena sesungguhnya cermin akan menggambarkan keadaan orang yang berdiri dihadapannya dengan apa adanya. Disini berarti kita menjadikan mu’min yang lainnya untuk berkaca terhadap setiap kekurangan kita. Bukankah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam sebuah hadits ; “Agama itu adalah nasihat, beliau katakan itu tiga kali. Kami bertanya ; Untuk siapa ya Rasulullah ?Beliau menjawab; Untuk Alloh, untuk Rosul-Nya, dan untuk para Imam (pemimpin) serta untuk kaum muslimin.” (HR. Muslim). Sebagai cermin Baca tulisan ini lebih lanjut

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.