KETERBATASAN FISIK BUKAN HALANGAN UNTUK BERKARYA BESAR
9 Juni 2011 3 Komentar
Seperti biasa pada kesempatan pulang (oh ya, rumahku di daerah Kabupaten Blitar, sementara tempat bertugasku hingga saat kutulis ini di daerah Papua tepatnya di kota Timika) ada tugas rutin mengantar dan menjemput ‘pasukan-pasukanku’ di sekolah. Sore itu ketika sedang menunggu anak-anak keluar, secara tak sengaja bertemu salah seorang pengajar tepatnya seorang ustadz baru keluar dari mushola dekat sekolah, diiringi celoteh riang anak-anak. Tampaknya baru selesai kegiatan pengajian rutin sore itu. Segera saja kusalami dan berjabat tangan dan sang ustadz dengan ramah yang memang senyumnya selalu menghiasi wajahnya. “Assalamu alaikum…apa kabar?” demikian sapanya. “Wa alaikum salam..baik, alhamdulillah ustadz..” jawabku. “Namanya Ustadz Handoko, lengkapnya Wahyu Handoko, atau biasa dipanggil Pak Han”, demikian kata istriku ketika aku tanyakan suatu waktu. Beliau itu, lanjut cerita istriku, pendiri yayasan itu (Yayasan Al-Hikmah, Bence-Garum,Blitar,pen).

Brrrggg….sore itu Rabu tanggal 1 September 2009 kurang lebih pukul 14.55 WIB telah terjadi gempa tektonikberkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di Samudera Indonesia di kawasan Tasikmalaya. Getaran gempa tersebut terasa sampai seluruh wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta, bahkan hingga wilayah Semarang Jawa tengah. Kontan kejadian tersebut membuat masyarakat panik. Ada yang berlarian ke sana kemari, yang keluar dari salon, cukurannya belum selesai, bahkan saking paniknya ada yang keluar rumah gak sempat pakai celana, ada pasien lari keluar RS sambil membawa sendiri botol infusnya, gedung-gedung banyak yang retak, rumah-rumah roboh,korban jiwa mulai berjatuhan, korban material sudah tak terhitung, ribuan bangunan rusak berat, termasuk fasilitas komunikasi, penerangan, dan lain-lain. Rasanya masih segar ingatan dahsyatnya musibah tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 yang Masya Alloh…
Setelah peristiwa 11 September, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat, sedangkan sebagian besar meninggal saat terjadinya serangan atas WTC – untuk menceritakan pengalamannya.
Komentar Terakhir