<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>MASPUGH&#039;S BLOG</title>
	<atom:link href="http://maspugh.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://maspugh.wordpress.com</link>
	<description>Berbagi itu indah...</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Jun 2011 21:17:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='maspugh.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>MASPUGH&#039;S BLOG</title>
		<link>http://maspugh.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://maspugh.wordpress.com/osd.xml" title="MASPUGH&#039;S BLOG" />
	<atom:link rel='hub' href='http://maspugh.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>PENDIDIKAN ISLAM SOLUSI UNTUK MELAHIRKAN GENERASI UNGGUL</title>
		<link>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/20/pendidikan-islam-solusi-untuk-melahirkan-generasi-unggul/</link>
		<comments>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/20/pendidikan-islam-solusi-untuk-melahirkan-generasi-unggul/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Jun 2011 06:56:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MasPugh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wawasan]]></category>
		<category><![CDATA[generasi]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[iman]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[sistem]]></category>
		<category><![CDATA[taqwa]]></category>
		<category><![CDATA[unggul]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspugh.wordpress.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[Masih segar dalam ingatan kita kasus contek massal yang cukup heboh beberapa waktu yang lalu, yang ironisnya pihak yang mengungkap kasus ini justru dimusuhi dan sempat diusir oleh warga sekitar tempat tinggal yang bersangkutan. Sebagaimana yang telah saya uraikan dalam tulisan saya yang sebelumnya, kasus ini hanyalah semacam fenomena gunung es, di mana masalah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=74&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Masih segar dalam ingatan kita kasus contek massal yang cukup heboh beberapa waktu yang lalu, yang ironisnya pihak yang mengungkap kasus ini justru dimusuhi dan sempat diusir oleh warga sekitar tempat tinggal yang bersangkutan. Sebagaimana yang telah saya uraikan dalam tulisan saya yang sebelumnya, kasus ini hanyalah semacam fenomena gunung es, di mana masalah yang sebenarnya jauh lebih besar dan kompleks. Terlepas dari pro dan kontra dari peristiwa tersebut, kita semua turut prihatin bahwa PR negeri kita terutama untuk masalah pendidikan semakin bertambah. Di samping kesejahteraan para guru memang perlu diperbaiki, kondisi anak didik pun perlu mendapatkan perhatian yang cukup serius. Belum selesai permasalahan perkelahian antar pelajar, masih ditambah lagi dengan maraknya penggunaan narkotika dan obat-obatan terlarang lainnya (narkoba), pornografi, serta pergaulan bebas yang makin menjadi-jadi. Hal ini sudah terjadi di semua tingkat sekolah, dari perguruan tinggi hingga tingkat yang masih sekolah dasar. <span id="more-74"></span>Di sinilah perlunya kita merenungkan kembali mengenai pola pendidikan yang ada sekarang ini. Sistem pendidikan yang cenderung sekuleristik di mana ada pemisahan antara sistem akhlak dan moralitas dengan muatan-muatan lain juga akan melahirkan generasi-generasi yang cerdas di satu sisi namun minus nilai akhlak.<br />
Pendidikan bisa diartikan: cara ideal dalam berinteraksi dengan fitrah manusia baik secara langsung (berupa kata-kata) maupun tidak secara langsung (berupa keteladanan, sesuai dengan sistem dan perangkatnya yang khas) unttuk memproses perubahan dalam diri manusia menuju kondisi yang lebih baik. Pendidikan Islam merupakan aktivitas terarah dan tersistematis sebagai upaya untuk mengembangkan dan mengarahkan potensi yang meliputi ruhani, jasmani dan akal pikiran agar menjadi manusia sholih. Ruang lingkup Pendidikan Islam tidak jauh berbeda dengan ruang lingkup pendidikan pada umumnya, yakni terdiri atas beberapa komponen:<br />
a. Masukan, berupa anak didik,<br />
b. Perangkat masukan berupa guru, materi pelajaran, faktor komunikasi pendidikan, bentuk komunikasi pendidikan, situasi pendidikan,<br />
c. Lingkungan yang meliputi keluarga, masyarakat (sosial, budaya, ekonomi)</p>
<p style="text-align:justify;">Tujuan akhir pendidikan Islam adalah terciptanya insan muttaqien berupa aqidah yang shohih, akal yang cerdas, akhlaq yang mulia dan tubuh yang kuat. Jadi perlu saya garis bawahi bahwa pendidikan Islam di sini tidaklah sebatas mempelajari ilmu tauhid, hadits, syari’ah, fiqih dan ibadah semata.<br />
Untuk mewujudkan tujuan itu, dilakukan proses pendidikan Islamiyah yang mengacu pada lima ayat pertama surat Al-‘Alaq dan melibatkan seluruh komponen pendidikan : <em>Iqra’ bismirabbikalladzii kholaq. Kholaqol insaana min ‘alaq. Iqra warabbukal akromulladzii ‘allama bil qolam. “allamal insaana maa lam ya’lam.</em> Dari ayat-ayat di atas terdapat lima poin penting dalam proses pendidikan. <em>Pertama</em>, <em>Iqro’</em> (bacalah). Membaca adalah induk dari ilmu. Ini merupakan faktor paling mendasar dalam proses belajar mengajar dengan orientasi apapun, karena membaca merupakan pintu gerbang bagi seseorang dalam memasuki dunia ilmu pengatahuan. Namun demikian umat Islam mempunyai kekhususan dalam aktivitas membaca ini. Yaitu, <em>kedua, Robb.</em> Inilah yang membedakan umat Islam dengan umat lain dalam aktivitas membaca. Umat Islam senantiasa mengawali aktivitas membacanya dengan “menyebut nama Tuhan Yang Telah Menciptakan. Ini merupakan bukti bahwa dalam Islam aktivitas apapun haruslah didahului dengan niat yang baik dan dalam rangka mencari ridlo Alloh. Sehingga dalam pendidikan Islam, yang dituju tidaklah sekedar membentuk manusia-manusia yang ber-IPTEK (ilmu Pengetahuan) tapi juga ber-IMTAQ (Iman dan Taqwa). <em>Ketiga, insaan</em> (manusia) . Inilah subjek dan objek pendidikan. Insan merupakan pengendali utama dari keseluruhan proses pendidikan. Kesiapan guru sebagai pendidik dan kesiapan anak didik untuk menerima ilmu sangat berpengaruh dalam keberhasilan proses pendidikan tersebut. Sosok guru sebagai pendidik berperan penting dalam membentuk kepribadian anak didiknya. Sehingga ada istilah guru adalah digugu dan ditiru (dipatuhi dan diteladani). <em>Keempat, ‘allama</em> (mengajar) . Merupakan transer ilmu antara pendidik dan anak didik. Proses <em>‘allama</em> (mengajar) ini tidak hanya semata-mata penyampaian materi dari guru kepada anak didiknya, tetapi bagaimana anak didiknya dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak mengerti menjadi mengerti, dan dari tidak faham menjadi faham (maa lam ya’lam). Dan <em>kelima, qolam</em> (pena). Ini melambangkan perlunya menumbuhkan jiwa menulis dalam pendidikan. Menulis tidak hanya diartikan dengan mencatat materi pelajaran, tetapi lebih dari itu untuk menumbuhkan kreativitas baik bagi anak didik maupun gurunya itu sendiri dalam rangka mngembangkan potensi dirinya.<br />
Kedudukan membaca (<em>iqro’)</em> bagi ummat Islam, sama dengan aktivitas lain yang bernilai ibadah. Karena itu, niat merupakan faktor penting sebelum melakukannya. Landasan <em>Rabbaniyyah</em> ini sejalan dengan sifat pendidikan itu sendiri yang berupaya membina dan mengarahkan fitrah manusia.<br />
Pengaruhnya terhadap ilmu yang dipelajarinya pun cukup besar dalam kehidupan sehari-hari. Ummat Islam dengan landasan ini mempunyai tanggung jawab moral dan intelektual terhadap penemuannya. Teknologi sebagai hasil dari ilmu digunakan untuk kemaslahatan masyarakat. Sikap-sikap yang seharusnya melekat dalam diri ilmuwan, seperti jujur, bertanggung jawab, kreatif dan cinta kemajuan, terdapat pada umat Islam yang belajar dan mengajar secara manhaji (tertata berdasarkan sistem Islami). Dengan landasan inilah dilahirkan teori-teori yang dapat dipertanggungjawabkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sifat Rabbaniyyah pendidikan Islam makin terasa ketika Allah SWT banyak berfirman tentang ilmu dan orang-orang berilmu, di antaranya :<br />
“&#8230;<em>maka bertanyalah kepada orang-orang yang berilmu pengetahuan.” (QS. An-Nahl : 43)</em><br />
“&#8230;<em>niscaya Alloh akan meninggikan orang-orang beriman di antara kamu dan orang-orang berilmu beberqpa derajat&#8230;” (QS. Al-Mujadalah: 11)</em><br />
“<em>Katakanlah (hai Muhammad) ‘Apakah sama mereka yang berpengetahuan dan mereka yang tidak berpengetahuan ? (QS. Az-Zumar : 9)</em><br />
Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam banyak bersabda tentang ilmu selain dalam hadts yang masyhur seperti:”<em>Tholabul ‘lmi faridhotun ‘alaa kulli muslimun wal muslimatun”</em> dan <em>“Uthlubul ‘ilma minal mahdi ilalahdi”</em>, beliaupun bersabda:<em>”Barangsiapa yang menempuh jalan untuk menuntut ilmu, mala Allah akan memudahkan baginya jalan ke syurga&#8230;” (Riwayat Muslim dan Ashhabussunan serta ibnu Hibban dalam shohihnya)</em><br />
Insaan (manusia) dalam sistem pendidikan Islam merupakan faktor yang amat penting. Jika manusia sebagai subjek pendidikan rusak, maka tak ada lagi yang diharapkan oleh anak didik. Kurikulum yang baik dan sarana penunjang yang memadai pun tak akan banyak berarti bila guru tak mampu mengoperasionalkan kurikulum dan tak maksimal dalam pemanfaatan sarana. Karena itu Islam mengingatkan para pendidik agar menunjukkan akhlaq mulia , di samping kompetensi yang memadai dan hatinya bersih dari motif-motif yang menjauhkan nilai-nilai ibadah.<br />
Manusia sebagai objek pendidikan pun tak lepas dari tuntutan Islam. Terhadap mereka, Islam mengajarkan agar menghormati ilmu dan orang-orang berilmu. Dalam kehidupannya, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wa Sallam senantiasa dihiasi oleh kegitan belajar mengajar <em>(’allama )</em>. Selain memberikan bimbingan rutin kepada para shahabat, beliau juga tak pernah menyia-nyiakan kesempatan. Setiap saat bagi beliau, adalah tepat untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Beliau pernah membebaskan tawanan perang dengan syarat yang unik: mengajarkan baca tulis kepada ummat Islam.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>PERMASALAHAN</strong><br />
Permasalahan-permasalahan pendidikan mengarah pada terdapatnya kesenjangan antara tujuan yang hendak dicapai dan kenyataan keluaran sebagai hasil proses pendidikan. Fenomena kerusakan moral, kekerasan, tawuran yang akhir-akhir ini dilakukan pelajar-pelajar di kota-kota besar, maraknya penggunaan narkoba, serta praktek-praktek kecurangan, sebagaimana telah disebutkan di muka, merupakan satu indikasi bahwa proses pendidikan belum berlangsung optimal.<br />
Pendidikan Islam yang bertujuan menciptakan insan muttaqien, menanggung beban berat. Bahkan belum sampai pada tingkat ini, pendidikan Islam dituntut untuk menciptakan sistem yang Islami. Ini merupakan pekerjaan yang sulit untuk mencari guru ideal , misalnya di tengah arus konsumerisme dan materialisme.<br />
Guru merupakan faktor terpenting dalam pendidikan Islam. Kurikulum yang baik tidak akan bermanfaat bila tidak diaktualisasikan dengan baik oleh guru. Guru yang memahami tujuan pendidikan akan memperlancar upaya pencapaian tujuan yang optimal. Menguasai materi pelajaran dan cara penyampaian serta komitmennya pada profesi ini merupakan tuntutan mutlak bagi guru.<br />
Permasalahan teknis lainnya terkait dengan kesejahteraan guru. Latar belakang timbulnya permasalahan ini terutama kurangnya penghargaan terhadap profesi guru. Guru dianggap sebagai komplementer dari kelompok fungsional dan profesional. Sistem penggajian tidak memadai. Kenyataan-kenyataan yang telah disebutkan pada awal pembahasan tadi karena masalah-masalah tersebut belum terakomodasi dengan semestinya.<br />
Padahal di tangan para guru inilah SDM unggul dilahirkan walau tidak secara langsung. Guru ibarat akar pohon yang tidak secara langsung menghasilkan buah. Orang hanya melihat bahwa buah tumbuh dari bunga dan bunga tergantung pada ranting. Akar pohon yang menyangga batang, ranting, bunga dan buah sering terlupakan. Amat tidak layak jika kita hanya menghargai profesi lain selain guru. Kita tetap berharap semoga permasalahan yang menghadang proses pendidikan di negeri kita segera terselesaikan dengan harapan terciptanya SDM unggul yang memiliki IMTAQ dan IPTEK.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang tinggal bagaimana sikap kita, apakah kita masih bertahan dengan system pendidikan sekuleristik yang tidak memberikan solusi atau system pendidikan robbaniyah ..? <em>Wallahu ‘alam bishowwab</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspugh.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspugh.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspugh.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspugh.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspugh.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspugh.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspugh.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspugh.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspugh.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspugh.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspugh.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspugh.wordpress.com/74/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspugh.wordpress.com/74/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspugh.wordpress.com/74/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=74&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/20/pendidikan-islam-solusi-untuk-melahirkan-generasi-unggul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec96695e947fc32c7391415c2f832318?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MasPugh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MAHALNYA NILAI SEBUAH KEJUJURAN</title>
		<link>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/15/mahalnya-nilai-sebuah-kejujuran/</link>
		<comments>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/15/mahalnya-nilai-sebuah-kejujuran/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jun 2011 06:17:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MasPugh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[carut-marut]]></category>
		<category><![CDATA[curang]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[kapal]]></category>
		<category><![CDATA[kleptokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[negeri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspugh.wordpress.com/?p=68</guid>
		<description><![CDATA[Paska dikeluarkannya keputusan Walikota Surabaya tentang sanksi kepala sekolah dan 2 guru terkait masalah nyontek massal di SDN Gadel 2, para wali murid kelas 1 hingga 5 dan warga sekitar berunjukrasa. Mereka menyalahkan keluarga Ny. S ibu Al yang disebut jadi biang keladi kekisruhan di SDN Gadel 2. Dalam unjukrasa di depan rumah Ny. S, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=68&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://maspugh.files.wordpress.com/2011/06/gadel.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-69" title="gadel" src="http://maspugh.files.wordpress.com/2011/06/gadel.jpg?w=630" alt=""   /></a>Paska dikeluarkannya keputusan Walikota Surabaya tentang sanksi kepala sekolah dan 2 guru terkait masalah nyontek massal di SDN Gadel 2, para wali murid kelas 1 hingga 5 dan warga sekitar berunjukrasa. Mereka menyalahkan keluarga Ny. S ibu Al yang disebut jadi biang keladi kekisruhan di SDN Gadel 2.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam unjukrasa di depan rumah Ny. S, Jl. Gadelsari Barat 2/31 ini, warga menyampaikan sejumlah tuntutan, diantaranya mengusir keluarga Ny. S dari lingkungan Gadel. Ny. Endang satu diantara perwakilan warga dan wali murid SDN Gadel 2 mengatakan tuntutan lainnya adalah meminta Ny. S meminta maaf pada warga karena dianggap telah mencemarkan nama baik sekolah.<span id="more-68"></span></p>
<p style="text-align:justify;">”Gara-gara pemberitaan tentang contek massal, SDN Gadel 2 jadi tercoreng nama baiknya,” kata Ny. Endang.</p>
<p style="text-align:justify;">Dijelaskan juga olehnya, tuntutan warga dan wali kelas 1 hingga 5 SDN Gadel 2 ini murni karena terganggu dengan tindakan Ny. S serta Al yang mengungkap adanya praktik contek mencontek di SDN Gadel 2, bukan karena kepala sekolah dan 2 guru diputuskan dinonaktifkan oleh Walikota.</p>
<p style="text-align:justify;">”Kalau Ny. S tidak mau minta maaf, warga sepakat mengusir keluarga ini keluar dari Gadel!” kata Ny. Endang disambut teriakan <em>usir..usir..usir&#8230;!</em> dari para pengunjukrasa. (<strong>suarasurabaya.net</strong>- 8 Juni 2011)</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, di atas adalah cuplikan berita mengenai nasib Ny. S dan anaknya Al, yang harus menghadapi ancaman pengusiran warga sekitar tempat tinggalnya karena tindakannya mengungkap praktik menyontek massal di SDN Gadel 2 Surabaya tersebut. Dalam berita sebelumnya  Ny. S saat berbincang pada <strong>suarasurabaya.net</strong> setelah unjukrasa ratusan warga siang tadi mengaku sangat tertekan. Bahkan Al anaknya sejak Sabtu (04/06) sudah diungsikan ke Benjeng, Gresik demi menghindari tekanan bertubi-tubi dari warga ini.</p>
<p>”Demi Allah, saya tidak bermaksud untuk mencemarkan nama baik SDN Gadel 2, membuat kepala sekolah dan guru dihukum seberat itu. Saya sebenarnya juga tidak terima hukuman mereka terlalu berat seperti itu. Yang saya inginkan adalah pembenahan sistem pendidikan untuk anak saya. Saya sudah mengajarkan etos belajar dan kejujuran ke anak saya sejak dia lahir. Saya tidak mau dia kebingungan saat dia dewasa nanti, mana yang jujur dan mana yang tidak jujur,” kata dia.</p>
<p style="text-align:justify;">Keteguhan hatinya dalam kasus ini, juga tidak lain memberikan pelajaran pada Al anaknya tentang nilai kejujuran yang harus dipertahankan meskipun tekanannya sangat berat. Diakui Ny. S tekanan yang sangat berat itu sempat berkali-kali membuatnya nyaris menyerah. Tapi dia kemudian kuat kembali karena tidak ingin Al menyimpulkan nilai kejujuran yang diajarkan kalah dengan tekanan-tekanan dari luar….</p>
<p style="text-align:justify;">Sebenarnya kalau dilihat lebih jauh, kasus-kasus kecurangan dalam pelaksanaan Ujian Nasional sudah sangat sering terjadi sehingga seolah-olah menjadi hal yang dianggap biasa saja, mulai dari kasus joki hingga nyontek secara massal. Ini seolah-olah hanya sebuah fenomena gunung es tentang carut marutnya tata nilai yang berkembang di masyarakat kita saat ini. Ya, saya cenderung menganggap Ny.S dan anaknya termasuk para guru dan siswa juga menjadi korban dari kondisi yang tidak sehat ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga tidak tahu, apakah ini karena sesuatu yang hilang dalam sistem pendidikan kita atau ada semacam ‘virus’ lain yang demikian ganas menyerang mentalitas dan tata nilai luhur sehingga nilai kejujuran menjadi barang yang sangat langka, dan bagi yang ingin memperolehnya tidak jarang harus membayar lebih mahal.</p>
<p style="text-align:justify;">Ini tidak sekedar masalah di aspek pendidikan saja, tapi sudah merambah hampir ke seluruh aspek kehidupan. Yang namanya kecurangan bisa dilihat di mana saja, kapan saja. Politikus curang biasa, pejabat korupsi sudah tiap hari jadi konsumsi berita publik, pedagang curang dalam timbangan dianggap lumrah, penyimpangan proyek-proyek yang notabene menggunakan uang rakyat setali tiga uang, bahkan urusan ibadah pun semacam ibadah haji pun juga tak luput dari praktik-praktik yang tidak jujur, dan rasanya terlalu panjang kalau mau kita urai di sini.</p>
<p style="text-align:justify;">Ironis memang, ketika ada pihak-pihak yang mau menegakkan kejujuran, nasibnya tak jauh-jauh dari apa yang dialami Ny.S dan anaknya. Kita masih ingat Prita Mulyasari yang justru menghadapi dakwaan kasus ITE, pada kasus tindak pidana korupsi (tipikor) lebih-lebih lagi, atau siapa pun yang mau menjadi <em>whistle blower </em>juga akan mengalami nasib serupa.</p>
<p style="text-align:justify;">Carut-marutnya mentalitas di negeri ini sampai-sampai ada tokoh nasional negeri ini yang menyebut bahwa negeri kita pantas disebut <em>kleptokrasi </em>(klepto =maling/pencuri,  kratein =pemerintahan), sehingga artinya  pemerintahan para maling. Negeri kleptokrasi artinya negeri yang diperintah oleh para maling. Negeri ini seperti biduk besar yang bocor disebabkan oleh ulah para penghuninya sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebagai bagian dari keluarga besar bangsa ini, tentu kita semua tidak ingin biduk negeri ini dibiarkan bocor dan akhirnya tenggelam, paling tidak jangan sampai ikut-ikutan membocorkannya. Mari kita perbaiki bersama, dimulai dari diri kita.Mari bekerja untuk perbaikan negeri ini. Semoga Alloh SWT meridhoi kita semua..</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspugh.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspugh.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspugh.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspugh.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspugh.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspugh.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspugh.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspugh.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspugh.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspugh.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspugh.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspugh.wordpress.com/68/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspugh.wordpress.com/68/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspugh.wordpress.com/68/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=68&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/15/mahalnya-nilai-sebuah-kejujuran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec96695e947fc32c7391415c2f832318?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MasPugh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maspugh.files.wordpress.com/2011/06/gadel.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gadel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KETERBATASAN FISIK BUKAN HALANGAN UNTUK BERKARYA BESAR</title>
		<link>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/09/keterbatasan-fisik-bukan-halangan-untuk-berkarya-besar/</link>
		<comments>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/09/keterbatasan-fisik-bukan-halangan-untuk-berkarya-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 16:47:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MasPugh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[al hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[bence]]></category>
		<category><![CDATA[blitar]]></category>
		<category><![CDATA[keterbatasan]]></category>
		<category><![CDATA[manfaat]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>
		<category><![CDATA[syukur]]></category>
		<category><![CDATA[yayasan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspugh.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Seperti biasa pada kesempatan pulang (oh ya, rumahku di daerah Kabupaten Blitar, sementara tempat bertugasku hingga saat kutulis ini di daerah Papua tepatnya di kota Timika) ada tugas rutin mengantar dan menjemput &#8216;pasukan-pasukanku&#8217; di sekolah. Sore itu ketika sedang menunggu anak-anak keluar, secara tak sengaja bertemu salah seorang pengajar tepatnya seorang ustadz baru keluar dari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=34&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Seperti biasa pada kesempatan pulang (oh ya, rumahku di daerah Kabupaten Blitar, sementara tempat bertugasku hingga saat kutulis ini di daerah Papua tepatnya di kota Timika) ada tugas rutin mengantar dan menjemput &#8216;pasukan-pasukanku&#8217; di sekolah. Sore itu ketika sedang menunggu anak-anak keluar, secara tak sengaja bertemu salah seorang pengajar tepatnya seorang ustadz baru keluar dari mushola dekat sekolah, diiringi celoteh riang anak-anak. Tampaknya baru selesai kegiatan pengajian rutin sore itu. Segera saja kusalami dan berjabat tangan dan sang ustadz dengan ramah yang memang senyumnya selalu menghiasi wajahnya. &#8220;Assalamu alaikum&#8230;apa kabar?&#8221; demikian sapanya. &#8220;Wa alaikum salam..baik, alhamdulillah ustadz..&#8221; jawabku. &#8220;Namanya Ustadz Handoko, lengkapnya Wahyu Handoko, atau biasa dipanggil Pak Han&#8221;, demikian kata istriku ketika aku tanyakan suatu waktu. Beliau itu, lanjut cerita istriku, pendiri yayasan itu (Yayasan Al-Hikmah, Bence-Garum,Blitar,pen).</p>
<p><span id="more-34"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Jika saja kondisi beliau biasa saja, mungkin tidak begitu ada yang istimewa atau kesan khusus di hatiku. Namun yang sangat memberikan kesan yang cukup mendalam adalah kondisi fisik beliau yang -ma&#8217;af- kurang sempurna, justru mampu berkiprah sebagaimana atau bahkan melebihi orang normal lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Selepas SMA, Handoko ingin menjadi insinyur. Orangtuanya meminta dia masuk fakultas kedokteran atau fakultas keguruan dan ilmu pendidikan. “Saya bilang kepada orangtua bahwa masuk kedokteran tidak mudah dan saya tidak suka menjadi guru. Saya pernah masuk Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang. Di tahun kedua, tahun 1988, saya pindah ke Fakultas Perikanan Universitas Brawijaya Malang,” ujarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Kuliah di Unibraw hanya lancar sampai pertengahan semester tiga. Suatu hari, saat pemanasan menjelang bermain badminton, otot panggul kanannya terkilir. Cedera itu menjadi awal penderitaannya. “Cedera itu berkembang menjadi penyakit yang selama bertahun-tahun tidak saya ketahui namanya,” katanya. Berbagai upaya pengobatan dilakukannya. Berbagai diagnosis disampaikan kepadanya. Sampai akhirnya salah seorang dokter mendiagnosis dia terkena penyakit radang sendi yang menjalar.</p>
<p style="text-align:justify;">“Tahun 1991, selama enam bulan saya tidak bisa bangun dari tempat tidur. Seluruh tubuh, dari kaki sampai leher, tidak bisa digerakkan. Saat itu saya hampir menyerah menghadapi penyakit ini dan merasa masa depan sudah tidak ada. Tahun 1992 saya terpaksa berhenti kuliah karena tidak bisa bergerak,” ucapnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Akhir tahun 1992, penderitaannya berangsur berkurang. Ia bisa bergerak lebih leluasa. Sampai saat ini panggul sampai lehernya tidak bisa digerakkan. Tangannya pun tidak bisa diangkat lebih tinggi dari dada. Begitu bisa bangun dari tempat tidur, Handoko tak mau berdiam diri. Saat berkunjung ke rumah salah seorang kawannya, ia diminta membantu mengajar anak-anak mengaji. “Setelah beberapa kali, saya berpikir mengapa tidak dilakukan di kampung sendiri,” tuturnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di Desa Bence, ia menyampaikan ide itu kepada Ustadz Ali Muhsin yang kemudian meminjamkan ruang tamu rumahnya untuk Taman Pendidikan Al Quran (TPA). “Saya bukan orang yang terlalu pandai mengaji, tetapi saya ingin membagikan sedikit pengetahuan itu kepada orang lain. Saya juga merasa hidup kembali setelah menjadi guru,” katanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam beberapa bulan, muridnya bertambah sehingga semakin banyak ruang di rumah Ustadz Ali yang terpakai. Ustadz Ali bahkan terpaksa membuat ruang baru untuk keperluan keluarganya. Setelah murid semakin banyak, Ustadz Ali menyerahkan tanah seluas 300 meter persegi untuk dikelola sebagai TPA yang dipimpin Ustadz Handoko. Di tanah itu dibuat bangunan yang bisa disekat menjadi empat ruangan. Sesekali, gedung itu dipakai untuk kegiatan warga.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan waktu aktif terbatas, ia dan sebagian pengajar TPA berpikir untuk memanfaatkan gedung agar lebih optimal. Selain itu, sebagian orangtua murid merasa dampak pengajaran keagamaan dan moral di TPA itu tidak optimal karena waktu anak di TPA hanya 1,5 jam. “Kami dan sebagian warga berpikir sekolah formal akan lebih dihargai. Akhirnya, kami mendirikan yayasan dan mulai membuka TK pada akhir 1998,” ujarnya. Cikal bakal yayasan itu adalah tempat Ustadz Handoko mengajar 25 anak desa setempat mengaji. Tempatnya pun menumpang di rumah salah seorang warga desa.</p>
<p style="text-align:justify;">Awal 2001, yayasan itu membuka SD. Sebagian guru TK diminta mengajar di SD itu. “Saya bersyukur ada saja yang membantu sekolah kami. Sekarang, sekolah kami menjadi sekolah laboratorium Konsorsium Pendidikan Islam,” tuturnya. Untuk membuktikan itu, ia memilih jalan sebagai pengelola sekaligus guru di Yayasan Pendidikan Al Hikmah, Blitar, Jawa Timur. “Padahal, dulu saya benci sekali bila diminta sekolah guru. Sekarang saya menemukan diri saya bisa bermanfaat dengan menjadi guru,” tuturnya. Kebahagiaan Ustadz Handoko dilengkapi dengan kehadiran putra pertamanya, M Safiq Yasir, yang saat ini berusia 5 tahun. Yasir adalah buah perkawinannya dengan Lilis Suryani, guru di SD Al Hikmah, yang disuntingnya pada 22 Oktober 2004.</p>
<p style="text-align:justify;">“Saya ingin membuat sekolah ini lebih bermutu dan berkembang. Suatu saat penyakit saya akan menyebar ke seluruh tubuh dan saya akan kesulitan bergerak. Namun, sebelum saat itu tiba, saya tidak mau berhenti,” tutur putra pertama pasangan bapak Abdul Somad dan ibu Masidatul ini.</p>
<p style="text-align:justify;">“Saya dan adik saya mendapatkan kebahagiaan dengan melakukan ini,” ujar Ustadz Handoko.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini Yayasan ini (Yayasan Pendidikan Islam Terpadu Al-Hikmah Blitar) mengelola sekolah menengah pertama (SMPIT), sekolah dasar (SDIT), taman kanak-kanak (TKIT), dan kelompok bermain (KBIT) di Desa Bence, Kecamatan Garum, Blitar. Sebanyak lebih dari 300 murid dididik oleh 29 guru yayasan tersebut. Dalam rentang waktu yang relatif muda dibanding sekolah-sekolah lain, sekolah di yayasan tersebut cukup spektakuler, prestasi para lulusannya bahkan dapat melampaui sekolah-sekolah lain, termasuk SMPIT yang saat ini sudah meluluskan untuk yang kedua kali, dengan nilai rata-rata hasil UAN (Ujian Akhir Nasional-pen) tertinggi di Kabupaten Blitar. Besar harapan para wali murid untuk terus mengembangkan sekolah tersebut, karena terbukti cukup berkualitas.</p>
<p style="text-align:justify;">Ya, hasil ini tak lepas kerja keras rintisan Ustadz Handoko (dengan izin Alloh) walau dengan segala keterbatasan namun dengan semangat pantang menyerah, sama sekali tidak menghalangi beliau untuk berkarya besar dan bermanfaat bagi orang lain&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Saudaraku..mudah-mudahan kita dapat mengambil pelajaran dari semangat beliau, bisa lebih bersyukur atas segala karunia Alloh SWT yang diberikan kepada kita&#8230;Bukankah Rasulullah Shalallohu Alaihi Wasallam bersabda:<em>&#8221; &#8230;Dan sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia&#8221; (HR. Thabrani dan Daruquthni, dishahihkan oleh Syaikh Nashiruddin al Albany dalam &#8220;ash shahihah&#8217;-nya). Wallohu a&#8217;lam.</em></p>
<p style="text-align:justify;">(Sebagian bersumber dari Kompas, 2006)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspugh.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspugh.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspugh.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspugh.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspugh.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspugh.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspugh.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspugh.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspugh.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspugh.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspugh.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspugh.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspugh.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspugh.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=34&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/09/keterbatasan-fisik-bukan-halangan-untuk-berkarya-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec96695e947fc32c7391415c2f832318?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MasPugh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ORANG BERIMAN CERMIN YANG JERNIH</title>
		<link>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/08/orang-beriman-cermin-yang-jernih/</link>
		<comments>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/08/orang-beriman-cermin-yang-jernih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Jun 2011 14:42:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MasPugh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[beriman]]></category>
		<category><![CDATA[cermin]]></category>
		<category><![CDATA[jernih]]></category>
		<category><![CDATA[jujur]]></category>
		<category><![CDATA[lemah lembut]]></category>
		<category><![CDATA[mu'min]]></category>
		<category><![CDATA[muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspugh.wordpress.com/?p=35</guid>
		<description><![CDATA[Cermin adalah sebuah benda yang rasanya hampir ada disetiap rumah. Ia selalu digunakan oleh kita. Namun tidak banyak orang yang mampu menarik ibroh (pelajaran) daripadanya untuk meniti kehidupan didunia ini. Baik dalam meningkatkan kualitas diri maupun dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam hadits diatas dikatakan bahwa, seorang mu’min adalah cermin bagi saudaranya yang mu’min, artinya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=35&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://maspugh.files.wordpress.com/2011/06/3410401.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-44" title="341040" src="http://maspugh.files.wordpress.com/2011/06/3410401.jpg?w=300&#038;h=200" alt="" width="300" height="200" /></a>Cermin adalah sebuah benda yang rasanya hampir ada disetiap rumah. Ia selalu digunakan oleh kita. Namun tidak banyak orang yang mampu menarik ibroh (pelajaran) daripadanya untuk meniti kehidupan didunia ini. Baik dalam meningkatkan kualitas diri maupun dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Dalam hadits diatas dikatakan bahwa, seorang mu’min adalah cermin bagi saudaranya yang mu’min, artinya seorang mu’min harus menjadikan mu’min yang lainnya sebagai tempat untuk berkaca (melihat) keadaan dirinya. Karena sesungguhnya cermin akan menggambarkan keadaan orang yang berdiri dihadapannya dengan apa adanya. Disini berarti kita menjadikan mu’min yang lainnya untuk berkaca terhadap setiap kekurangan kita. Bukankah Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda dalam sebuah hadits ; <em>“Agama itu adalah nasihat, beliau katakan itu tiga kali. Kami bertanya ; Untuk siapa ya Rasulullah ?Beliau menjawab; Untuk Alloh, untuk Rosul-Nya, dan untuk para Imam (pemimpin) serta untuk kaum muslimin.” (HR. Muslim)</em>. Sebagai cermin <span id="more-35"></span>seyogyanya seorang mu’min mampu menampilkan sosok cermin terhadap orang yang bercermin kepadanya. Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam ; <em>“Maukah kutunjukkan kepadamu sebaik-baik manusia ? Para sahabat menjawab, mau ya Rasulullah. Beliau bersabda, yaitu orang yang apabila kamu memandanginya maka akan menjadikan kamu ingat kepada Alloh.” (HR.Ibnu Majah)</em>.<br />
Dalam memainkan peranan sebagai cermin, seorang mu’min harus terlebih dahulu memahami karakteristik sebuah cermin. Agar cermin yang tampak adalah cermin yang datar (menampilkan apa adanya) serta jernih (bersih dan tidak menutupi). Beberapa karakteristik cermin tersebut antara lain :</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama, kelemah lembutan.</strong><br />
Cermin didalam menampakkan bentuk orang yang bercermin tidak pernah kasar dan membentak, tapi ia katakan bentuk wajah dan kotoran yang melekat diwajahnya dengan lembut dan tanpa suara. Sehingga orang yang bercermin kepadanya secara reflek akan memperbaiki penampilannya dan membersihkan kotoran yang ada pada dirinya. Itu artinya seorang mu’min yang dijadikan cermin oleh mu’min yang lainnya, harus bersikap lembut dalam menyampaikan nasehat dan tidak kasar serta keras hati terhadap saudaranya yang sedang dinasehati. Alloh SWT berfirman dalam Al Qur’an : <em>“Maka disebabkan rahmat Alloh-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati, tentulah mereka men-jauhkan diri dari sekelilingmu&#8230;.” (QS. Ali Imron : 159)</em>.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua, pandai menyimpan rahasia.</strong><br />
Watak cermin adalah tidak pernah menceritakan bentuk wajah orang yang bercermin di hari kemarin kepada orang yang berdiri dihadapannya, sekalipun ia dipecahkan. Artinya seorang mu’min tidak boleh menceritakan aib orang yang telah meminta nasehat kepada dia kemarin kepada orang lain Karena menceritakan aib orang lain yang telah meminta nasehat padanya adalah dilarang Alloh dan merupakan bentuk khianat. Alloh SWT berfirman ; <em>“.. dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang diantara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati ? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya..” (QS. Al Hujurot : 12)</em>. Menutupi aurat dan aib seorang muslim adalah keharusan dan dengan itu Alloh akan menutup aibnya kelak dihari kiamat. <em>“Tiada seorang yang menutupi aib (kejelekan) orang didunia, melainkan Alloh akan menutupi kejelekannya di hari kiamat.” (HR. Muslim)</em>. Sikap yang baik dalam hal ini adalah diam jika tidak bisa berkata baik dan benar, sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam ;<em> “Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau dia diam.” (HR. Bukhari- Muslim).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga, tidak pilih kasih.</strong><br />
Sebuah cermin tidak pernah menolak siapapun orang yang bercermin kepadanya. Baik orang yang ganteng, buruk, pria, wanita, kaya, miskin, dewasa, anak-anak dan seterusnya. Pendek kata seorang mu’min tidak boleh pilih kasih dalam memberikan nasihat ataupun cerminan terhadap saudaranya, karena manusia tidak terkasta atau terkotak-kotak. Manusia adalah sama derajatnya, yang membedakannya adalah taqwanya. <em>“&#8230;Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Alloh ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu&#8230;” (QS. Al Hujurot : 13)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keempat, setia setiap saat.</strong><br />
Cermin adalah sebuah benda yang siap dipakai setiap saat dan selalu menanti siapa yang akan bercermin kepadanya dengan penuh kesetiaan dan tanpa merasa bosan maupun mengeluh. Artinya seorang mu’min harus mampu menjadikan dirinya sebagai cermin yang tak pernah bosan atau mengeluh terhadap setiap permasalahan orang-orang yang meminta nasehat kepadanya</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelima, sabar dan telaten.</strong><br />
Cermin tidak pernah protes ataupun marah terhadap berbagai gaya maupun tingkah orang yang berdiri dihadapannya ataupun enggan untuk menampilkan wajah orang tersebut. Ia dengan penuh kesabaran melayani setiap orang dengan berbagai karakternya. Hal ini berarti seorang mu’min harus menjadikan dirinya sebagai orang yang sabar dan harus memahamkan dirinya bahwa setiap orang tidaklah sama karakternya, sehingga ia akan berusaha untuk memahami setiap permasalahan dengan lebih sabar dan telaten. Mengenai keutamaan orang-orang yang sabar, Alloh SWT telah berfirman dalam Al Qur’an : <em>“Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Alloh tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.”(QS. Hud : 115)“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.”(QS. Az Zumar : 10).</em> Dengan sikap sabar ini Alloh SWT akan meng-anugerahkan sifat-sifat yang baik dan keberuntungan yang besar terhadap kita.<br />
<em>“Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.”(QS. Fushshilat : 35)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keenam, terus terang</strong><br />
Diantara karakter cermin yang lainnya adalah keterbukaan dan terus terang dalam memunculkan bentuk orang yang bercermin. Artinya ia tidak pernah merubah wajah yang ganteng menjadi jelek dan sebaliknya, serta tidak pula menampakkan hal hal lain, tapi yang ditampakkan adalah hakikat dan kenyataan. Dalam hal ini cermin mengajarkan jangan sampai mengatakan sesuatu yang bertolak belakang terhadap orang yang sedang dinasehati, tetapi harus mengatakan yang sebenarnya dan ada pada orang tersebut. Tidak asal orang tersebut senang.<br />
Gambaran diatas merupakan beberapa karakter khusus sebuah cermin, yang bentuknya mustahil ada pada diri manusia, karena manusia bukanlah cermin. Namun sifat-sifat cermin itulah yang harus ditiru dan diikuti oleh setiap mu’min agar ia mampu menjadi cermin bagi mu’min yang lainnya. Wallahu a’lam bishshowwab. (Az)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspugh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspugh.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspugh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspugh.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspugh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspugh.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspugh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspugh.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspugh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspugh.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspugh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspugh.wordpress.com/35/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspugh.wordpress.com/35/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspugh.wordpress.com/35/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=35&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspugh.wordpress.com/2011/06/08/orang-beriman-cermin-yang-jernih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec96695e947fc32c7391415c2f832318?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MasPugh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maspugh.files.wordpress.com/2011/06/3410401.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">341040</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Musibah ini Ujian atau Adzab?</title>
		<link>http://maspugh.wordpress.com/2009/09/03/musibah-ini-ujian-atau-adzab/</link>
		<comments>http://maspugh.wordpress.com/2009/09/03/musibah-ini-ujian-atau-adzab/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Sep 2009 07:51:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MasPugh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[adzab]]></category>
		<category><![CDATA[beriman]]></category>
		<category><![CDATA[gempa]]></category>
		<category><![CDATA[Musibah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspugh.wordpress.com/?p=28</guid>
		<description><![CDATA[Brrrggg&#8230;.sore itu Rabu tanggal 1 September 2009 kurang lebih pukul 14.55 WIB telah terjadi gempa tektonikberkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di Samudera Indonesia di kawasan Tasikmalaya. Getaran gempa tersebut terasa sampai seluruh wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta, bahkan hingga wilayah Semarang Jawa tengah. Kontan kejadian tersebut membuat masyarakat panik. Ada yang berlarian ke sana [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=28&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-full wp-image-31" title="gempa" src="http://maspugh.files.wordpress.com/2009/09/gempa.jpg?w=630" alt="gempa"   />Brrrggg&#8230;.sore itu Rabu tanggal 1 September 2009 kurang lebih pukul 14.55 WIB telah terjadi gempa tektonikberkekuatan 7,3 Skala Richter yang berpusat di Samudera Indonesia di kawasan Tasikmalaya. Getaran gempa tersebut terasa sampai seluruh wilayah Jawa Barat, Banten, Jakarta, bahkan hingga wilayah Semarang Jawa tengah. Kontan kejadian tersebut membuat masyarakat panik. Ada yang berlarian ke sana kemari, yang keluar dari salon, cukurannya belum selesai, bahkan saking paniknya ada yang keluar rumah gak sempat pakai celana, ada pasien lari keluar RS sambil membawa sendiri botol infusnya, gedung-gedung banyak yang retak, rumah-rumah roboh,korban jiwa mulai berjatuhan, korban material sudah tak terhitung, ribuan bangunan rusak berat, termasuk fasilitas komunikasi, penerangan, dan lain-lain. Rasanya masih segar ingatan dahsyatnya musibah tsunami yang melanda Aceh tahun 2004 yang Masya Alloh&#8230;<span id="more-28"></span>luar biasa korban jiwa dan material, tahun 2005 terjadi gempa besar yang melanda Yogyakarta, dengan korban jiwa dan material yang juga cukup besar. Setiap kali musibah besar menimpa kita, negeri ini menangis, meratap, mohon ampun pada Alloh&#8230;namun Yaa Alloh..setelah berlalu, banyak yang kembali lalai, seolah tak pernah ada hal-hal yang diambil pelajaran dari kajadian-kejadian tersebut. Belum lagi bencana-bencana lain seperti musibah transportasi, banjir, kriminalitas dengan modus operandi baru, munculnya aliran-aliran sesat, terorisme berikut fitnah yang menimpa ummat ini. Sementara para pemimpin sedang berselisih bagaimana mengelola negeri ini, para politisi ramai-ramai berebut pengaruh dan posisi, di sisi lain kesenjangan ekonomi yang makin melebar membuat sebagian orang tidak (kuat menahan) sabar memilih jalan pintas demi perut yang lapar atau memang ada juga yang rakus..</p>
<p style="text-align:justify;">Saya kadang merasa kita ini seperti anak bandel yang ketika mendapatkan hukuman dari ortu kita, tobat-tobat minta ampun, tapi begitu selesai yaa ngulangi lagi kelalaian-kelalaian yang sama, begituu terus. Apa kita ini seperti orang bebal yang sudah nggak mempan lagi peringatan atau nasihat, bahkan dari Alloh SWT sendiri, Yang Menghidupkan dan Mematikan kita? Yang Memberi Rizqi kita? Saya yakin sekali bahwa Alloh sangat sayang pada kita (bahkan Kasih SayangNYa melebihi kemurkaanNya), sehingga sebandel apapun kita masih diberi peringatan dengan caraNya..sudah tahu kalau posisi geografis negeri ini di atas pertemuan dua lempeng benua Austro &#8211; Asia(demikian kata ahli geologi) sehingga tentu potensi terjadi gerakan lempeng kerak bumi sangat besar yang efeknya yaa gempa itu, namun kelakuan kita ini terlalu berani meremehkan, bahkan menantang Alloh, setidaknya lalai (ma&#8217;af kalau kata-kata saya agak &#8216;lebay&#8217;&#8230;). Saya juga yakin Sabda Nabi saw, “Sesungguhnya besarnya pahala sesuai dgn besarnya ujian, dan sesungguhnya jika Allah mencintai suatu kaum, maka Allah akan mengujinya” (At-Tirmidzi). ”Tidaklah musibah menimpa seorang&#8230; mukmin berupa penderitaan, kesusahan, penyakit, kesedihan bahkan kegelisahan, kecuali Allah menghapuskan kesalahannya” (Muslim)&#8230;<br />
Namun jika terlalu banyak kedzoliman maka bisa jadi yang terjadi merupakan apa yang Alloh firmankan: &#8220;Jika sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya berharap rahmat dan hidayah di bulan Ramadhon ini mampu menembus relung hati orang-orang masih terlupa, mudah-mudahan mushibah ini membawa kebaikan, penyadaran manusia kepada Penciptanya. Semoga saja&#8230;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspugh.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspugh.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspugh.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspugh.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspugh.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspugh.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspugh.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspugh.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspugh.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspugh.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspugh.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspugh.wordpress.com/28/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspugh.wordpress.com/28/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspugh.wordpress.com/28/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=28&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspugh.wordpress.com/2009/09/03/musibah-ini-ujian-atau-adzab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec96695e947fc32c7391415c2f832318?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MasPugh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maspugh.files.wordpress.com/2009/09/gempa.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">gempa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HAL-HAL KECIL YANG MENJENGKELKAN (Sepenggal kisah yang tersisa dari tragedi WTC)</title>
		<link>http://maspugh.wordpress.com/2009/05/13/hal-hal-kecil-yang-menjengkelkan-sepenggal-kisah-yang-tersisa-dari-tragedi-wtc/</link>
		<comments>http://maspugh.wordpress.com/2009/05/13/hal-hal-kecil-yang-menjengkelkan-sepenggal-kisah-yang-tersisa-dari-tragedi-wtc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 06:23:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MasPugh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[menjengkelkan]]></category>
		<category><![CDATA[selamat]]></category>
		<category><![CDATA[WTC]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspugh.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Setelah peristiwa 11 September, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat, sedangkan sebagian besar meninggal saat terjadinya serangan atas WTC &#8211; untuk menceritakan pengalamannya. Pada pertemuan pagi itu, pimpinan keamanan menceritakan kisah bagaimana mereka bisa selamat. Dan semua kisah itu adalah hanyalah mengenai : HAL-HAL YANG KECIL. Kepala kemanan perusahaan selamat pada hari [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=22&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img class="alignleft size-medium wp-image-25" title="wtc09112001" src="http://maspugh.files.wordpress.com/2009/05/wtc09112001.jpg?w=300&#038;h=250" alt="wtc09112001" width="300" height="250" />Setelah peristiwa 11 September, sebuah perusahaan mengundang karyawan dari perusahaan lain yang selamat, sedangkan sebagian besar meninggal saat terjadinya serangan atas WTC &#8211; untuk menceritakan pengalamannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada pertemuan pagi itu, pimpinan keamanan menceritakan kisah bagaimana mereka bisa selamat. Dan semua kisah itu adalah hanyalah mengenai : HAL-HAL YANG KECIL.</p>
<p style="text-align:justify;">Kepala kemanan perusahaan selamat pada hari itu karena mengantar anaknya hari pertama masuk TK.</p>
<p style="text-align:justify;">Karyawan yang lain masih hidup karena hari itu adalah gilirannya membawa kue untuk murid di kelas anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang wanita terlambat datang <span id="more-22"></span>karena alarm jamnya tidak berbunyi tepat waktu.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang karyawan terlambat karena terjebak di NJ Turnpike saat terjadi kecelakaan lalu lintas.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang karyawan ketinggalan bus.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang karyawan menumpahkan makanan di bajunya sehingga perlu waktu untuk berganti pakaian.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang karyawan mobilnya tidak bisa dihidupkan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang karyawan masuk ke dalam rumah kembali untuk menerima telpon yang berdering.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang karyawan mempunyai anak yang bermalas-malasan sehingga tidak bisa siap tepat waktu untuk berangkat bersama-sama.</p>
<p style="text-align:justify;">Seorang karyawan tidak memperoleh taxi.</p>
<p style="text-align:justify;">Sedangkan satu hal yang menahan saya sendiri adalah : sebuah sepatu baru. Saya memakai sepatu baru pagi itu, dan berangkat kerja dengan bersemangat. Tetapi sebelum sampai di kantor (WTC), sepatu itu menyebabkan luka di tumit. Saya berhenti di sebuah toko obat untuk membeli plester. Inilah yang menyebabkan saya bisa tetap hidup sampai hari ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Sekarang, jika saya terjebak dalam kemacetan lalu lintas, ketinggalan lift, harus masuk ke rumah lagi untuk menjawab telpon &#8230; dan semua HAL KECIL yang mengganggu &#8211; sekarang ini saya sangat memahami, bahwa Tuhan benar-benar menginginkan saya berada di sini untuk saat ini</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu pagi jika saudara merasa semuanya terlihat sangat kacau, anak-anak lambat berpakaian, saudara tidak bisa menemukan kunci mobil, selalu sampai di perempatan saat lampu merah menyala; jangan terburu-buru marah atau frustrasi, karena TUHAN sedang bekerja untuk menjaga kehidupan anda!</p>
<p style="text-align:justify;">Kiranya Tuhan selalu memberkati saudara dengan semua hal-hal kecil yang tampaknya mengganggu dan semoga saudara mengingat akan maksud dari semua peristiwa kecil itu terjadi.</p>
<p style="text-align:justify;">SELALU ADA HIKMAH DALAM SEGALA PERISTIWA DALAM HIDUP KITA&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;(Sebagaimana dikisahkan oleh salah seorang yang selamat dari tragedi WTC 11 September 2001 &#8211; Thanks to my friend for your inspiration&#8230;)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspugh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspugh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspugh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspugh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspugh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspugh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspugh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspugh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspugh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspugh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspugh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspugh.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspugh.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspugh.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=22&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspugh.wordpress.com/2009/05/13/hal-hal-kecil-yang-menjengkelkan-sepenggal-kisah-yang-tersisa-dari-tragedi-wtc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec96695e947fc32c7391415c2f832318?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MasPugh</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://maspugh.files.wordpress.com/2009/05/wtc09112001.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">wtc09112001</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RAHASIA DAHSYATNYA SEDEKAH</title>
		<link>http://maspugh.wordpress.com/2009/05/13/rahasia-dahsyatnya-sedekah/</link>
		<comments>http://maspugh.wordpress.com/2009/05/13/rahasia-dahsyatnya-sedekah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 22:36:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MasPugh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<category><![CDATA[amal]]></category>
		<category><![CDATA[sedekah]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://maspugh.wordpress.com/2009/05/13/rahasia-dahsyatnya-sedekah/</guid>
		<description><![CDATA[Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=3&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan bimbingan, semangat, inspirasi, ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, apartemen dan lain-lain. Pernah saya mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebuah pencapaian luar biasa <span id="more-3"></span>bagi saya dan kebanyakan orang lain. Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya tidak menyebutkan namanya, karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil wisdomnya saja ya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel di Bandung. Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau pun akan &#8220;tidur&#8221;. Jadilah saya berpikir untuk selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan. Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, &#8220;Pak, Anda saat ini kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?&#8221; Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius. &#8220;Ada empat hal yang harus Anda perhatikan,&#8221; begitu beliau memulai penjelasannya.</p>
<p style="text-align:justify;">RAHASIA PERTAMA<br />
&#8220;Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. karena ibu adalah orang yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).<br />
Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, sementara kepada ibunya tidak pernah. Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik. Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu&#8230; baru kemudian ayahmu dan gurumu. Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah.&#8221; Beliau mengambil napas sejenak.</p>
<p style="text-align:justify;">RAHASIA KEDUA<br />
&#8220;Kemudian yang kedua,&#8221; beliau melanjutkan. &#8220;Banyaklah memberi. Banyaklah bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain. Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pemberian yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas, lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil<br />
menunduk (menghormat) . Pengemis yang Anda beri dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, &#8216;Belum pernah ada orang yang memberi dan menghargaiku seperti ini.&#8217; Maka terucap atau tidak, dia akan mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan. Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya sendiri. Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit membungkuk hormat. Saya lihat pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.</p>
<p style="text-align:justify;">RAHASIA KETIGA<br />
&#8220;Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak disangka-sangka, &#8221; begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia ketiganya. &#8220;Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu. Padahal itu ada jalannya.&#8221;<br />
&#8220;Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga&#8221; , saya menimpali (QS Ath Thalaq 2-3).<br />
&#8220;Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak diduga-duga? ,&#8221; tanya beliau. &#8220;Ya, bagaimana caranya?&#8221; jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim rejeki itu datang untuk kita. &#8220;Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!&#8221; jawaban beliau ini<br />
membuat saya berpikir keras. &#8220;Saat seperti itulah, Anda menjadi rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula.&#8221;<br />
&#8220;Walau pun itu orang kaya?&#8221; tanya saya. &#8220;Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin<br />
dompetnya hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan Anda bisa menolongnya, segera bantulah.&#8221;<br />
&#8220;Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura belum makan, tapi ternyata cuma bohongan. Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri,&#8221; saya bertanya lagi.<br />
&#8220;Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu,&#8221; jawab beliau. &#8220;KalauAnda tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia itu butuh makan, namun sudah buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang membalas niat dan pemberian Anda.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">RAHASIA KEEMPAT<br />
Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang dikatakan beliau sebelumnya. &#8220;Yang keempat nih, Mas,&#8221; beliau memulai. &#8220;Jangan mempermainkan wanita&#8221;. Hm&#8230; ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita menunggu? Seperti di film-film saja. &#8220;Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah untuk mencari nafkah, dia di rumah menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil.&#8221; &#8220;Lalu?&#8221; saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya. &#8220;Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain pria, bagi yang perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam, itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda menduakannya. &#8220;<br />
Oh&#8230; pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati. &#8220;Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis untuk biaya sana-sini. Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya,&#8221; beliau melanjutkan. Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan. Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang&#8230;.<br />
++++++++++++ +++++++++ +++++<br />
++++++++++++ +++++++</p>
<p style="text-align:justify;">KEDAHSYATAN SEDEKAH<br />
Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus kali lipat. Masya Allah! Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik r.a , Rasulullah SAW bersabda, &#8220;Allah SWT menciptakan bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam. Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut. Kemudian mereka bertanya, &#8216;Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari pada gunung?&#8217;. Allah menjawab, &#8216;Ada, yaitu besi&#8217;. Para malaikat pun kembali bertanya, &#8216;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?&#8217;. Allah menjawab, &#8216;Ada, yaitu api&#8217;. Bertanya kembali para malaikat, &#8216;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari api?&#8217;. Allah menjawab, &#8216;Ada, yaitu air&#8217;. &#8216;Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?&#8217; tanya para malaikat. Allah pun menjawab, &#8216;Ada, yaitu angin&#8217;. Akhirnya para malaikat bertanya lagi, &#8216;Ya Allah adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?&#8217;. Allah yang Maha Gagah menjawab, &#8216;Ada, yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinyatidak mengetahuinya&#8217; .&#8221; (Sebagaimana telah diceritakan seorang sahabat&#8230;)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspugh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspugh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspugh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspugh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspugh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspugh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspugh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspugh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspugh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspugh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspugh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspugh.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspugh.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspugh.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=3&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspugh.wordpress.com/2009/05/13/rahasia-dahsyatnya-sedekah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec96695e947fc32c7391415c2f832318?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MasPugh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://maspugh.wordpress.com/2009/05/12/hello-world/</link>
		<comments>http://maspugh.wordpress.com/2009/05/12/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 May 2009 21:46:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>MasPugh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=1&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/maspugh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/maspugh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/maspugh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/maspugh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/maspugh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/maspugh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/maspugh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/maspugh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/maspugh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/maspugh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/maspugh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/maspugh.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/maspugh.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/maspugh.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=maspugh.wordpress.com&amp;blog=7725455&amp;post=1&amp;subd=maspugh&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://maspugh.wordpress.com/2009/05/12/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/ec96695e947fc32c7391415c2f832318?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">MasPugh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
